240 Jerat Satwa Liar Ditemukan di TN Gunung Leuser

by / Comments Off on 240 Jerat Satwa Liar Ditemukan di TN Gunung Leuser / 15 View / April 24, 2018

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH — Sebanyak 240 jeratan satwa liar telah ditemukan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Provinsi Aceh. Temuan itu didapati Forum Konservasi Leuser (FKL) pada triwulan pertama 2018.

“Januari hingga Maret 2018 kami menemukan sebanyak 240 jerat satwa liar yang dilindungi undang-undang di kawasan Gunung Leuser,” kata Koordinator Wildlife Protection Team-Forum Konservasi Leuser (WPT-FKL) Dediansyah di Banda Aceh, Senin (23/4).

“Di waktu yang sama, kami juga mengadvokasi sebanyak 135 kasus pemburuan. Sementara jerat satwa yang paling banyak adalah Rusa, Landak, Gajah dan Harimau serta burung jenis Rangkong,” sambung Koordinator WPT-FKL.

Lebih lanjut katanya, kasus tersebut terjadi di kawasan TNGL wilayah barat Selatan Aceh meliputi Kabupaten Aceh Tamieng hingga Aceh Singkil. “Pemburuan satwa liar tersebut paling banyak di awal tahun, pertengahan dan akhir tahun. Hasil buruan tersebut biasanya dijual ke Sumetera hingga ke Ibu Kota Jakarta, bahkan ada yang di ekspor,” ungkapnya.

“Akhir 2014 sampai dengan akhir 2017 FKH juga menemukan sebanyak 4.542 jerat satwa liar di kawasan ekosistem Leuser,” tambahnya.

Dia mengakui, jerat satwa liar itu dominan masih aktif, dan sebagian kecil tidak aktif lagi. “Kami pernah menemukan langsung dari pelaku dan kemudian membuat surat perjanjian tidak mengulangi lagi,” ujarnya

Untuk mencegah pemburuan satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang tersebut pihaknya mengaku telah bekerja sama dengan Kepolisian, Dinas Kehutanan Aceh, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh serta pemerhati lingkungan lainnya dan Lembaga Adat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, luas Aceh sekitar 5.677.081 hektare dan 3.557.928 hektare di antaranya adalah hutan. Data tersebut sesuai dengan hasil survei yang dilakukan oleh Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh atau HaKA.

Kemudian, pada 2017 luas hutan Aceh yang tersisa 3.019.423 hektare dan mengalami deforestasi dari 2016 hingga 2017 sebesar 17.820 hektare. Sementara hutan lindung di Aceh yang menjadi habitat satwa gajah dan lainnya mencapai 1,790,200 hektare.

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo menyatakan, dampak dari perambahan hutan maka terjadilah konflik antara manusia dengan satwa dan kondisi ini sangat memprihatinkan. “Pada 2017 saja sebanyak 11 ekor gajah liar mati. Dan kondisi ini sangat memprihatikan dan penyababnya adalah perambahan hutan serta pemburuan satwa,” aku Sapto.

“Semua pihak harus berkewajiban menjawab lingkungan dan penegak hukum menangkap para pelaku perambahan hutan serta pemburu satwa,” tambah Kepala Badan BKSDA Aceh itu.

Sumber : Antara

Related Posts

  • 71
    KBR, Lhokseumawe – Praktik perburuan satwa liar terus terjadi di Kawasan Ekosistem Leuser di Provinsi Aceh. Tahun ini saja terjadi 142 kasus perburuan satwa liar di 12 kabupaten kota di Aceh. Manajer Forum Konservasi Leuser Rudi Putra mengatakan ada lebih dari 200 alat jerat atau perangkap yang digunakan oleh para…
    Tags: aceh, di, satwa, leuser, liar, yang, dan, kawasan, hutan
  • 64
    Johannesburg - Tahun 2015, polisi di ibu kota Mozambik,Maputo, menangkap sekelompok pria dan menyita cula badak, sejumlah besar dolar, segepok mata uang lokal, dan -yang agak tidak biasa- empat karung beras. Dua pria yang ditangkap adalah warga Korea Utara yang mengaku sebagai diplomat yang bertugas di Afrika Selatan. Uang jaminan untuk…
    Tags: yang, dan, di