5 Owa Akan Diserahkan ke Yayasan Kalaweit

by / Comments Off on 5 Owa Akan Diserahkan ke Yayasan Kalaweit / 6 View / October 12, 2017

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat akan menyerahkan 5 ekor Owa kepada BKSDA Kalimantan Tengah.

Selanjutnya, 5 ekor Owa itu akan diserahkan BKSDA Kalteng ke Yayasan Kalaweit untuk direhabilitasi dan kemudian dilepasliarkan.

Satwa jenis primata itu akan dibawa melalui jalur darat dari Pontianak ke Palangkaraya, Kamis (12/10/2017) pagi.

Sebelumya, BKSDA Kalbar bersama BKSDA Kalteng menggelar acara serah terima satwa-satwa itu secara simbolis di Kantor BKSDA Kalbar, Pontianak, Rabu (11/10/2017) siang.

Kepala BKSDA Kalbar Sadtata mengungkapkan, satwa-satwa itu dibawa ke Kalimantan Tengah karena di Kalbar sendiri tidak memiliki pusat rehabilitasi satwa, khususnya owa.

“Sebetulnya kalau di Kalbar ada pusat rehabilitasi ya ndak perlu sampai dibawa kesana (Palangkaraya, Kalimantan Tengah) kan kasian juga satwa-satwa itu dibawa jalan jauh begitu,” ujar Sadtata.

Sadtata mengatakan, sebelumnya BKSDA Kalbar mendapatkan owa itu dari penyerahan langsung masyarakat.

“Tugas kita disini ya menjaga kesehatan dan merawatnya, karena kan disini ada dokter hewan, tapi kalau untuk rehabilitasi di sini belum bisa,” jelas Sadtata di ruang kerjanya.

Satwa-satwa itu, kata Sadtata, sudah hampir dua bulan ditampung di BKSDA Kalbar, satu dari 5 ekor itu ada yang baru dua minggu lalu diserahkan masyarakat.

Selama masa penampungan di BKSDA Kalbar, satwa-satwa itu diberi makan buah-buahan.

“Buah-buahan seadanya, kalau mau yang sama dengan di habitatnya di sini ndak ada, karena kan bukan pusat rehabilitasi,” katanya.

Mengenai lamanya masa rehabilitasi di Yayasan Kalaweit, Kalimantan Tengah, dirinya belum bisa memastikan hal tersebut.

Namun biasanya satwa-satwa itu akan dikarantina, dijauhkan aktivitasnya dari aktivitas manusia.

“Kalau satwa itu sudah lama dipelihara oleh masyarakat kan itu artinya sudah lumayan jinak, biasanya kalau yang begitu rehabilitasinya agak lama sebelum dilepasliarkan,” lanjut Sadtata.

Sadtata berharap agar masyarakat di Kalimantan Barat bisa lebih menyadari untuk tidak memelihara satwa-satwa liar.

Sebab, selain menjauhkan satwa-satwa itu dari habitat aslinya, aktivitas memelihara satwa liar juga bisa dibilang berbahaya, karena satwa juga sebetulnya membawa penyakit bagi manusia.

“Kalau ndak ada yang melihara juga kan artinya kita juga tidak memerlukan pusat rehabilitasi, tapi untuk dekat-dekat ini sangat perlu sekali, karena masih ada beberapa jenis satwa yang ditampung oleh BKSDA Kalbar,” pungkasnya.

Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/2017/10/11/5-owa-akan-diserahkan-ke-yayasan-kalaweit?page=3

Related Posts

  • 77
    REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, mencatat sepanjang Januari hingga November 2017 telah melakukan penyelamatan terhadap 429 ekor atau sekitar 28 jenis satwa liar. Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, ke-429 ekor satwa liar yang diselamatkan tersebut, hasil penyerahan masyarakat dan hasil sitaan dalam…
    Tags: satwa, ekor, yang, di, ke, kalbar, juga, bksda, masyarakat, itu
  • 49
    Laporan wartawan Teibun Pontianak, Zulkifli TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar memindahkan sejumlah satwa dilindungi di antaranya 4 individu beruang madu, 2 ekor klempiau, menuju pusat rehabilitasi satwa Yayasan Orangutan Fundation International (OFI) di Kota Pangkalan Bun Kalimantan Tengah dan Pusat Rehabilitasi Owa Yayasan Kalawaet Indonesia. Proses…
    Tags: dari, satwa, bksda, di, kalbar, tengah, kalimantan, rehabilitasi, yayasan, pontianak