Balai Gakkum KLHK Tangkap Pedagang Satwa yang Dilindungi

by / Comments Off on Balai Gakkum KLHK Tangkap Pedagang Satwa yang Dilindungi / 20 View / July 15, 2019

Pontianakreportasenews.com –  SPORC Brigade Bekantan Seksi Wilayah III Pontianak Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan yang didukung oleh Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar, Sabtu (6/ 7/2019)  berhasil mengamankan HS alias Ahan (23), seorang pedagang satwa liar yang dilindungi berupa 16 ekor Burung Serindit Melayu (Loriculus galgulus) dan 6 ekor Burung Betet Ekor Panjang (Psittaculla longicauda)  di sebuah Toko Burung Ahan Jalan Raya Sosok 2 RT. 007, Dusun Sosok, Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.Penyidik menetapkan HS alias AHAN  sebagai tersangka dalam kasus memperniagakan/Perdagangan/Jual-beli  satwa liar yang dilindungi undang-undang.Tersangka HS alias AHAN dititipkan di Rumah Tahanan Polda Kalbar, sedangkan barang bukti berupa 16 ekor Burung Serindit Melayu (Loriculus galgulus) dan 6 ekor Burung Betet Ekor Panjang (Psittaculla longicauda)  beserta 2 (dua) buah sangkar/kandang besi diamankan di Kantor Seksi Wilayah III Pontianak.Berdasarkan 2 alat bukti yang cukup, Penyidik Balai Gakkum menjerat Tersangka HS alias AHAN (23) dengan Pasal 21 ayat (2) huruf (d) Jo. Pasal 40 ayat (2) Undang – Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).Kepala Seksi Wilayah III Pontianak, Julian, S.Hut, M.Si menjelaskan kasus ini berawal dari  informasi dari masyarakat bahwa Toko Burung Ahan milik tersangka HS alias AHAN diduga melakukan kegiatan jual-beli/perdagangan satwa burung yang dilindungi.Kemudian dari hasil informasi tersebut dilakukan Operasi Pengamanan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar yang dilindungi Undang-undang di Wilayah Kabupaten Sanggau.Sabtu,   tanggal 6 Juli 2019 sekitar pukul 12.10 WIB, Tim SPORC Brigade Bekantan besera personil Korwas PPNS melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap Toko Burung Ahan. Setelah digeledah dengan disaksikan oleh kepala lingkungan setempat, Tim mendapati 16 ekor Burung Serindit Melayu (Loriculus galgulus) dan 6 ekor Burung Betet Ekor Panjang (Psittaculla longicauda).Kemudian Tersangka HS alias Ahan beserta Barang Bukti digelandang dan diamankan di Kantor Seksi Wilayah III Pontianak untuk proses lebih lanjut.Dari keterangan Tersangka HS alias Ahan bahwa kegiatan  memperniagakan satwa burung yang dilindungi telah dilakukan sejak tahun 2016.  Tersangka mendapat  Burung Serindit Melayu (Loriculus galgulus) dan Burung Betet Ekor Panjang (Psittaculla longicauda) pada  tanggal 10 Juni 2019 dari seorang penyuplai satwa asal Balai Karangan Kabupaten Sanggau.Tersangka saat itu membeli 22 ekor Burung Srindit dan 7 ekor Burung Betet. Selama satu bulan tersebut, Tersangka HS alias AHAN telah berhasil mejual 7 ekor burung yang dilindungi tersebut.Tersangka HS alias AHAN mengatakan bahwa pernah diberikan penyuluhan dan peringatan olah instansi terkait, namun karena melihat bisnis jual beli burung lumayan untungnya maka Tersangka HS alias Ahan tetap bandel melakukan aktifitas tersebut.Dalam penanganan kasus ini Penyidik Balai Gakkum tetap menjalin koordinasi dengan Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar dan Balai KSDA Kalimantan Barat khususnya dalam identifikasi jenis, titip rawat dan saksi ahli.Penyidik Balai Gakkum LHK saat ini masih terus mendalami keterlibatan pihak lain (penyuplai dan pembeli) agar dapat mengungkap jaringan perniagaan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi undang-undang di Provinsi Kalimantan Barat. (das)

sumber: http://reportasenews.com

Related Posts