BBKSDA Riau Akan Rutin Melakukan Pembinaan Lembaga Konservasi Kasang Kulim

by / Comments Off on BBKSDA Riau Akan Rutin Melakukan Pembinaan Lembaga Konservasi Kasang Kulim / 28 View / January 9, 2018

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Balai Besar KSDA Wilayah Riau akan lebih intensif melakukan pembinaan secara berkala ke lembaga konservasi Kasang Kulim sebagai bentuk evaluasi atas pemberitaan viral pada kondisi satwa yang berada di kebun binatang tersebut.

Hal itu disampaikan Humas BBKSDA Riau, Dia Indriati menyikapi pemberitaan satwa di Kasang Kulim yang diduga tidak mendapat perhatian dan asupan makanan hingga tampak kurus-kurus.

“Kita ambil hikmah dari ini semua. Semoga dengan adanya kejadian ini, kami dapat lebih intensif melakukan pembinaan secara berkala ke lembaga konservasi Kasang Kulim,” tulis Dian dalam pesan WhatsApp, Senin (8/1/2018).

Dan semoga pemerintah setempat lebih peduli terhadap satu satunya lembaga konservasi yang berada di kota Pekanbaru dengan koleksi satwa yang dapat mengedukasi masyarakat terutama anak anak, demikian lanjut Dian.

Sebelumnya Dian juga menuliskan bahwa
di luar ada hewan yang sakit, Kasang Kulim rutin melakukan pengecekan satwa satwanya setiap bulan sekali oleh drh. Agus Shafiq Ryadi.

Bahkan terakhir pengecekan tanggal 1 Desember 2017.

Terkait upaya melepasliarkan satwa yang ada di Kasang Kulim, Dian menuliskan masalahnya adalah tidak setiap hewan bisa dilepasliarkan.

“Karena kamipun dalam penyitaan atau menerima penitipan satwa biasanya mempelajari dulu apabila satwa tersebut masih liar secepatnya kita lepasliarkan. Karena pada prinsipnya kami memang harus mengembalikan satwa liar di habitatnya. Namun apabila satwa tersebut sudah terlanjur jinak dan setelah dipelajari sudah susah untuk dikembalikan ke habitatnya maka akan kami titipkan ke lembaga konservasi seperti kasang kulim,” tulis Dian.

Seperti diberitakan sebelumnya kondisi satwa yang berada di kebun binatang kasang kulim mendapat sorotan media karena kondisinya yang kurus dan seperti tidak terawat.

Beberapa hewan yang terlihat tidak cukup asupan makanan seperti kuda dan rusa.(*)

 

Related Posts

  • 65
    Johannesburg - Tahun 2015, polisi di ibu kota Mozambik,Maputo, menangkap sekelompok pria dan menyita cula badak, sejumlah besar dolar, segepok mata uang lokal, dan -yang agak tidak biasa- empat karung beras. Dua pria yang ditangkap adalah warga Korea Utara yang mengaku sebagai diplomat yang bertugas di Afrika Selatan. Uang jaminan untuk…
    Tags: yang, dan, di
  • 53
    Sejarah tak pernah mencatat kapan untuk pertamakalinya manusia berjumpa dengan badak sumatera. Perkiraan terjadi antara 60.000-70.000 tahun silam, saat manusia pertama kalinya melintasi anak benua Asia yang sekarang dikenal sebagai bagian wilayah hutan India timur laut. Rasanya, kedatangan manusia menjadi awal bencana buat badak sumatera. Imigran itu pastinya para pemburu…
    Tags: di, yang, dan