Dicari! Sudirman, Tersangka Penyelundup Satu Ton Trenggiling di Medan

by / Comments Off on Dicari! Sudirman, Tersangka Penyelundup Satu Ton Trenggiling di Medan / 46 View / December 4, 2017

Sudirman alias Aeng (43), warga Titi Papan, Medan, Sumatera Utara (Sumut) ditetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PamGakkum LHK) Wilayah Sumatera.

Tersangka merupakan anggota jaringan perdagangan satwa liar internasional, jenis trenggiling. Ia ditangkap tim gabungan Western Fleet Quick Respone(WFQR), Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Satu (Lantamal Satu) Belawan, dan Tim Libas Dinas Pengamanan TNI Angkatan Laut (Dispamal) Mabes AL Jakarta, pada Senin malam (12/6/17).

Waktu itu, dari tangannya diamankan 223 ekor trenggiling seberat satu ton di pergudangan 77 Titi Papan, Medan Belawan, Medan. Petugas juga mengamankan sisiknya yang ditempatkan di beberapa kantong plastik ukuran sedang.

Edward Sembiring, Kepala Balai PamGakkum LHK Wilayah Sumatera, kepada Mongabay Indonesiamengatakan, status DPO diberikan karena tersangka tiga kali mangkir dari panggilan penyidik. “Penangkapan segera kami lakukan.”

Menurut Edward, awalnya Sudirman diperiksa sebagai saksi, namun statusnya dinaikkan karena ditemukan bukti kuat keterlibatannya. Kami harap masyarakat melaporkannya ke PamGakkum maupun aparat penegak hukum, jika melihat pelaku agar prosesnya bisa berlanjut ke pengadilan,” jelasnya, usai kegiatan TFCA Sumatera di Lapangan Merdeka Medan, baru-baru ini.

Tersangka Sudirman, yang saat itu berada di Markas Lantamal I Belawan, mengatakan ratusan ekor trenggiling itu milik pria bernama Pasaribu. Ia hanya bertugas menerima barang untuk dipindahkan ke keranjang yang sudah disiapkan.

Sudirman mengaku baru tiga bulan bekerja di gudang, tanpa mengetahui siapa pemiliknya. Menurutnya, sudah ratuan trenggiling dikirim ke luar negeri melalui jalur Pelabuhan Belawan. “Sisik dipisah, ada juga yang masih hidup dikirim ke luar. Biasanya barang masuk dari si Pasiribu itu,” katanya.

Sudirman, baju coklat, pelaku yang masuk DPO karena memiliki satu ton trenggiling, saat diamankan TNI AL. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia

Saat penangkapan, Aeng tidak sendiri. Ada Ermanto (43), warga Kota Stabat, Kabupaten Langkat. Ermanto saat diperiksa di Markas Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Macan Tutul di Marendal, Kabupaten Deli Serdang, mengaku baru beberapa jam di lokasi penangkapan.

“Saya tidak tahu itu trenggiling. Sudirman minta tolong untuk memindahkannya ke gudang, ” jelasnya. Penyidik melepaskannya karena dianggap tidak terlibat langsung dalam jaringan perdagangan satwa dilindungi ini.

Laksamana Pertama Robert Walter Tapangan, sebelum mengakhiri jabatannya sebagai  Danlantamal I mengatakan, selain mnengamankan tersangka juga disita trenggiling siap kemas. Rencananya, akan diselundupkan ke Malaysia melalui jalur laut untuk diolah sebagai bahan sabu-sabu. Setelah itu, obat psikotropika tersebut dikirim kembali ke Indonesia untuk diperdagangkan.

“Dari keterangan pelaku, jika barang tangkapan ini dirupiahkan kisarannya senilai Rp2,5 miliar,” terangnya.

Sehari setelah diamankan, jumlah trenggiling yang hidup 199 ekor dan yang mati 24 ekor. Namun ketika diturunkan dari truk, jumlah yang mati menjadi 82 ekor. Trenggiling yang masih hidup, Petugas PamGakkum yang dibantu tim Wildlife Crime Unit (WCU) melepasliarkannya ke hutan di Kabupaten Dairi. Sedangkan yang mati dimusnahkan dengan cara dikubur, dan sisiknya diamankan untuk kepentingan penyidikan.

source: monga

 

Related Posts

  • 69
    Johannesburg - Tahun 2015, polisi di ibu kota Mozambik,Maputo, menangkap sekelompok pria dan menyita cula badak, sejumlah besar dolar, segepok mata uang lokal, dan -yang agak tidak biasa- empat karung beras. Dua pria yang ditangkap adalah warga Korea Utara yang mengaku sebagai diplomat yang bertugas di Afrika Selatan. Uang jaminan untuk…
    Tags: yang, dan, di, untuk
  • 60
    Populasi badak sumatera yang hidup di Kalimantan dan Sumatera telah terpisah secara genetis ratusan ribu tahun. Di alam liar, spesies ini secara keseluruhan berjumlah tidak lebih dari seratus ekor, atau hanya ada kurang lebih tiga puluh ekor. Sedangkan Sembilan ekor diantaranya berada dalam penangkaran. Dalam penelitian terbaru mengenai DNA mitokondria…
    Tags: di, yang, dan, sumatera, ini, untuk, dari