Grup Diskusi Terfokus Yayasan Titian Lestari Bahas Sinergisitas Penegakan Hukum Perdagangan Satwa Liar Kalbar

by / Comments Off on Grup Diskusi Terfokus Yayasan Titian Lestari Bahas Sinergisitas Penegakan Hukum Perdagangan Satwa Liar Kalbar / 9 View / February 7, 2018

Yayasan Titian Lestari kembali mengadakan Grup Diskusi Terfokus (Focus Group Discussion/ FGD) yang kali ini bertema ‘Sinergisitas Penegakan Hukum dalam Upaya Mengurangi Perdagangan Satwa Liar di Kalbar’. FGD kali ini bertempat di Bedaru Room Lantai 5 Hotel Santika Pontianak yang diselenggarakan pada Selasa, (6/2/2018) pagi.

Turut hadir dalam FGD ini BKSDA Kalbar, Dikreskrimsus Subdin IV Polda Kalbar, WWF Indonesia-Kalbar, Planet Indonesia, Jari Borneo Kalbar, BP2LHK (Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Kalbar.

Selama ini upaya penegakan hukum yang telah dilakukan terhadap para pedagang dan penyelundup satwa liar di Kalimantan Barat tidak menimbulkan efek jera bagi para pelaku. Mereka hanya dipenjara selama 3 bulan hingga 1 tahun. Dari pelaku sendiri ternyata banyak yang tidak tahu bahwa satwa yang mereka pelihara atau perdagangkan itu dilindungi, seperti kucing hutan dan trenggiling, misalnya.

Saat ini, perdagangan daring (online) di Indonesia sangat marak. Banyak pemburu satwa liar yang berani memamerkan hewan buruannya di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Mereka juga memanfaatkan Instant Messenger seperti WhatsApp-yang percakapannya terenskripsi-untuk melakukan jual beli satwa liar yang dilindungi, sehingga tidak mudah dilacak aparat. Tak jarang, pembeli satwa liar ini berasal dari kalangan pejabat negara dengan tujuan mengoleksi satwa tersebut.

Dari hasil investigasi Dikreskrimsus Subdin IV Polda Kalbar, satwa liar dilindungi dari Kalbar banyak diselundupkan lewat perbatasan, untuk kemudian ditampung sebuah sindikat di Hong Kong. Satwa ini kemudian diolah menjadi bahan kosmetik dan pengobatan.

Minimnya SDM terkait serta teknologi untuk melacak nomor ponsel pelaku menjadi hambatan dalam memerangi kejahatan penyelundupan dan perdagangan satwa liar di Kalbar saat ini. Dikreskrimsus Subdin IV Polda Kalbar juga meminta kerjasama dari pihak NGO untuk memberi informasi dan melaporkan kasus perdagangan satwa liar dilindungi di Kalbar ini kepada BKSDA dan Dikreskrimsus Subdin IV Polda Kalbar agar dapat ditangani segera.

Related Posts

  • 71
    Johannesburg - Tahun 2015, polisi di ibu kota Mozambik,Maputo, menangkap sekelompok pria dan menyita cula badak, sejumlah besar dolar, segepok mata uang lokal, dan -yang agak tidak biasa- empat karung beras. Dua pria yang ditangkap adalah warga Korea Utara yang mengaku sebagai diplomat yang bertugas di Afrika Selatan. Uang jaminan untuk…
    Tags: yang, dan, di, untuk
  • 61
    Tim gabungan dari Polres Malang, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan-Kementerian​ Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Center for Orangutan Protection (COP), berhasil menggagalkan perdagangan satwa liar dilindungi. Dua warga yang berdomisili di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, merupakan pelaku utamanya. Saat penggerebekan, Jumat (14/07/2017), dari rumah…
    Tags: dan, yang, satwa, ini, dari, di, dilindungi, liar