Kekeringan Ancam Kalbar

by / Comments Off on Kekeringan Ancam Kalbar / 21 View / July 18, 2018

Curah Hujan Kurang Hingga September

PONTIANAK  – Sebaran titik panas di Kalimantan Barat terdeteksi hingga 104 titik. Satu pekan terakhir, hotspot terus bertambah. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Supadio Pontianak mencatat dari pukul 07.00, Kalbar terpapar sebanyak 104 titik panas. Wilayah timur Kalbar, yakni Sintang terbanyak menyumbang sebanyak 30 hotspot.

Kabupaten Landak terpantau sebanyak 19 titik panas, diikuti Kabupaten Sanggau dengan 16 hotspot. Kabupaten Bengkayang dan Sambas terpapar sebanyak 8 titik panas, Kabupaten Kapuas Hulu dengan 7 titik panas. “Kabupaten Ketapang dan Melawi terpantau enam titik panas,” kata Sutikno, Prakirawan BMKG Supadio Pontianak.

Sehari sebelumnya berdasarkan informasi hotspot dari data satelit penginderaan jauh Terra/MODIS, Aqua/MODIS, dan SNPP/VIISR yang diterima Stasiun Bumi LAPAN terpantau sampai pukul 16.10, sebanyak 80 titik panas.

Meski begitu di Kalbar pada Juli, Agustus sampai September peluang curah hujan kategori rendah masih ada. Hanya untuk wilayah Kalbar yang terpapar titik api, diperkirakan masih berpeluang terjadi hujan. ”Lima hari ke depan diperkirakan masih ada potensi hujan ringan dan sedang di Kalbar,” ujarnya.

Pagi hari kemarin, BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak melalui Citra Satelit Terra dan Aqua diupdate pukul 07.00 WIB terpantau 24 titik panas yang tersebar di daratan wilayah Kalbar.

Kabupaten Ketapang terpapar lima titik panas. Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu dan Sambas masing-masing terpapar empat titik panas. Kabupaten sanggau tiga titik panas, Kabupaten Bengkayang dua titik panas dan  Kabupaten Landak dan Kubu Raya masing-masing satu titik.

Menurutnya jika pada lokasi hotspot terjadi kebakaran, maka potensi arah penyebaran asap ke beberapa wilayah. Informasi trayektori asap pada ketinggian 1000 mb menunjukkan jika teradap asal di sekitar wilayah Sambas, Singkawang, Bengkaytang, Sanggau, Landak, Kayong Utara, Ketapang. ”Diperkirakan asap akan terbawa ke barat laut-timur laut dari lokasi kejadian,” ujarnya.

Sementara prakiraan potensi kemudahan terjadi kebakaran ditinjau dari analisa parameter cuaca pada 17 Juli 2018 yakni kategori aman-tidak mudah sebagian menimpa wilayah Sambas, Singkawang, Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara, Mempawah dan Ketapang.

Untuk jarang pandang mendatar di Bandara Supadio Pontianak secara umum masih berkisar 1.000 meter ke atas. Dalam 10 hari terakhir, jarak pandang masih terlihat normal.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak Sutikono memperkirakan, wilayah Kalbar akan mengalami kekurangan curah hujan hingga September mendatang. Meski potensi hujan tetap ada, dalam waktu tersebut intensitas hujan hanya berkisar antara nol sampai 100 milimeter.

“Sampai September curah hujan memang berkurang secara umum di Kalbar. Masuk dalam kriteria rendah,” katanya.

Ia mengatakan, sampai Oktober pun sebenarnya curah hujan di sebagian wilayah masih rendah. Terutama di Kalbar bagian selatan, yakni di Kabupaten Ketapang. “Tapi sebagian besar wilayah lainnya sudah banyak curah hujan. Mulai dari Juli, Agustus, September memang kurang banget curah hujannya,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pontianak Saptiko mengatakan, dalam rakor, sempat muncul wacana untuk peningkatan status menjadi siaga darurat. Namun hal itu harus lebih dulu melalui berbagai kajian. Tidak hanya oleh BPBD tapi juga instansi terkait lainnya seperti BMKG, Dinas Kesehatan dan lain-lain.

“Untuk peningkatkan status kami akan lakukan analisa atau bahasan bersama lebih lanjut, kalau sudah bisa ditingkatkan statusnya  maka akan ditingkatkan menjadi siaga darurat. Tidak lama dalam beberapa hari ini kami putuskan,” ungkapnya.

Banyak pertimbangan yang menjadi alasan peningkatan status tersebut, salah satunya karena Kota Pontianak akan menjadi tuan rumah even nasional Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi). Harapannya dengan rakor ini, juga dapat meningkatkan sinergitas antar instansi terkait, termasuk masyarakat dalam menanggulangi bencana kabut asap. “Dengan peningkatan status tentu akses akan lebih mudah, tingkat kewaspadaan juga lebih tinggi,” katanya.

Sementara terkait wilayah rawan karhutla di Kota Pontianak, Saptiko menyebut ada di tujuh kelurahan. Di antaranya Kelurahan Bangka Belitung Darat, Bansir Darat, Parit Tokaya, Kota Baru, Batu Layang, Siantan Hilir dan Siantan Hulu.

“Yang besar sudah terjadi ada tiga (tempat), pertama di Sepakat II, Jalan Padat Karya dan Purnama II, ujung. Purnama II pemadaman masih berlangsung, kalau tidak bisa selesai siang nanti (kemarin) akan di-water bombing,” pungkasnya.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Pontianak Hidayati menambahkan, perlu ada ketegasan secara hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Ia melihat meski selama ini pemerintah sudah gencar melakukan sosialisasi, tetap harus didukung dengan penindakan yang bisa memberikan efek jera.

“Itu kami belum melihat terlalu jelas penindakan tegas, sehingga efek jera yang kami harapkan belum terjadi saat ini,” ucapnya.

Harapannya antara sosialisasi dan penegakan hukum bisa sejalan. Jika dalam penegakannya pihak tekait masih kesulitan dalam mencari pelaku beserta alat bukti dan saksi, maka perlu dukungan teknologi.

“Misalnya berharap dari patroli, itu bisa kucing-kucingan. Jadi perlu teknologi yang tinggi, entah pakai satelit atau apa untuk memonitor langsung kejadian yang memang tidak tertangkap saat patroli,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah meminta masyarakat Kalbar sigap menghadapi musim kering. “Bersiap siaga tentang segala hal. Masyarakat tetap fokus jaga kesehatan. Diharapkan jangan ada juga terjadinya pembakaran lahan dan hutan. Masalahnya kabut asap sepanjang waktu siap mendera Kalbar,” ucapnya.(den/bar)

sumber: pontianakpost.co.id

Related Posts

  • 59
    Johannesburg - Tahun 2015, polisi di ibu kota Mozambik,Maputo, menangkap sekelompok pria dan menyita cula badak, sejumlah besar dolar, segepok mata uang lokal, dan -yang agak tidak biasa- empat karung beras. Dua pria yang ditangkap adalah warga Korea Utara yang mengaku sebagai diplomat yang bertugas di Afrika Selatan. Uang jaminan untuk…
    Tags: yang, dan, di, untuk
  • 51
    Buntut kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah seperti Jambi dan Riau, polisi sudah menetapkan puluhan tersangka. Sayangnya, meskipun lahan perusahaan ada terbakar, para tersangka baru sebatas perseorang alias warga belum menyeret korporasi.   Api membakar kawasan hutan di wilayah Bajubang, Batanghari, Kamis malam akhir September. BPBD Provinsi Jambi harus…
    Tags: di, dan, ada, yang, titik, dari