Menteri LHK: Kejahatan Satwa Liar Peringkat Ke-3 di Indonesia

by / Comments Off on Menteri LHK: Kejahatan Satwa Liar Peringkat Ke-3 di Indonesia / 26 View / May 2, 2018

Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyebut kasus kejahatan satwa liar menjadi salah satu yang terbesar terjadi di Indonesia. Kasus ini berada di bawah kasus kejahatan narkoba dan perdagangan manusia.

“Di Indonesia sendiri kejahatan satwa liar menduduki peringkat ketiga, setelah kejahatan narkoba dan perdagangan manusia, dengan nilai transaksi hasil penelusuran PPATK diperkirakan lebih dari Rp 13 triliun per tahun dan nilainya terus meningkat,” kata Siti Nurbaya dalam keterangan tertulis, Senin (30/4/2018).

Karena itu, Kementerian LHK beserta pihak yang peduli terhadap pelestarian tumbuhan dan satwa liar berkomitmen melakukan ‘Pemberantasan Kejahatan Terhadap Tumbuhan dan Satwa Liar’. Gerakan ini ditandai dengan pemusnahan barang rampasan dan barang serahan masyarakat di gedung Kementerian LHK, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Barang rampasan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jabar itu mencapai delapan truk. Terdiri atas opsetan (hewan yang diawetkan) satwa liar, lembaran kulit hewan, hingga potongan kepala dan kuku.

Perincian klasifikasi barang-barang itu adalah sebagai berikut.

1. Opsetan satwa sebanyak 117 ekor
2. Kerapas kura-kura 213 karung
3. Sisik trenggiling 248 kg
4. Kulit reptil 6.168 lembar
5. Bagian tubuh satwa liar:
– 366 buah (kepala, tanduk, kuku, bentuk topi)
– 14 lembar kulit (harimau, macan tutul, beruang)
– 66 lbs (potongan tanduk rusa)
– 16 dus (lain-lain)

Oleh sebab itu, demi penguatan upaya pemberantasan kejahatan tumbuhan dan satwa yang dilindungi ini, Kementerian LHK saat ini sedang memperkuat sistem surveillance dan intelijen berbasiskan teknologi informasi. Di antaranya pemantauan perdagangan satwa ilegal secara online melalui Cyber Patrol, membangun Sistem Pemantauan Kerawanan Keamanan Hutan (Spartan) terpadu, dan terintegrasi dengan Center of Intelligence Penegakan Hukum LHK.

“KLHK melakukan upaya pemberantasan kejahatan satwa liar yang dapat mengancam kelestarian satwa secara terus-menerus,” ucap Siti Nurbaya.
(tsa/tsa)

sumber https://news.detik.com

Related Posts

  • 67
    Johannesburg - Tahun 2015, polisi di ibu kota Mozambik,Maputo, menangkap sekelompok pria dan menyita cula badak, sejumlah besar dolar, segepok mata uang lokal, dan -yang agak tidak biasa- empat karung beras. Dua pria yang ditangkap adalah warga Korea Utara yang mengaku sebagai diplomat yang bertugas di Afrika Selatan. Uang jaminan untuk…
    Tags: yang, dan, di
  • 63
    Sebanyak delapan truk berjejer di halaman Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (30/5/18). Isinya, satwa dan tumbuhan hasil kejahatan perdagangan ilegal dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, BKSDA Jakarta dan Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Satwa-satwa awetan ini lalu dipajang dalam ruangan. Ada, cenderawasih, harimau,…
    Tags: dan, satwa, ini, dengan