Menteri LHK: Titik Api Karhutla Terus Bertambah, Tiap Hari Saya Deg-degan…

by / Comments Off on Menteri LHK: Titik Api Karhutla Terus Bertambah, Tiap Hari Saya Deg-degan… / 14 View / July 31, 2019

BANJARMASIN, KOMPAS.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengaku tiap hari deg-degan akibat terus meningkatnya titik api atau hotspot di sejumlah provinsi yang terdampak kebakaran lahan dan hutan (karhutla). “Saya terus terang sih deg-degan terus ya, dan memang ini kalau kita liat datanya sudah mencapai 330 lebih titik hotspot,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan Selasa (30/7/2019) siang. Siti Nurbaya mengaku, tiap hari memantau dan memonitoring perkembangan titik hotspot di seluruh Indonesia melalui telepon genggamnya. Ia pun kaget saat titik hotspot pekan lalu yang hanya 250 titik hotspot kini sudah mencapai 300 lebih titik hotspot. Baca juga: Hotspot di Sumatera Terus Meningkat, Terbanyak di Riau 27 Titik Menurutnya jika pada Juli hotspot tidak turun, maka bulan Agustus dan September memasuki masa waspada seperti pengalaman pada tahun 2015 lalu. “Kita mewaspadai dibulan Agustus sampai pertengahan September. Yang 2015 itu, apinya yang paling banyak yang paling kencang itu di September,” tambahnya. Walaupun begitu, Kementriannya tetap optimistis titik hotspot akan segera bisa diatasi, karena saat ini pemerintah fokus pada pencegahan. “Sekarang ini kan sebagai pencegahan masyarakat bergerak juga untuk mengatasi. Jadi langkah-langkahnya sudah banyak,” ucapnya. Siti Nurbaya juga memuji pencegahan kebakaran lahan di Kalsel karena sampai pada akhir Juli, titik hotspot hanya 6, yang paling sedikit diantara Provinsi lainnya yang terdampak Karhutla.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Menteri LHK: Titik Api Karhutla Terus Bertambah, Tiap Hari Saya Deg-degan…”, https://regional.kompas.com/read/2019/07/30/21565741/menteri-lhk-titik-api-karhutla-terus-bertambah-tiap-hari-saya-deg-degan
Penulis : Kontributor Banjarmasin, Andi Muhammad Haswar
Editor : Aprillia Ika

Related Posts

  • 64
    Johannesburg¬†- Tahun 2015, polisi di ibu kota Mozambik,Maputo, menangkap sekelompok pria dan menyita cula badak, sejumlah besar dolar, segepok mata uang lokal, dan -yang agak tidak biasa- empat karung beras. Dua pria yang ditangkap adalah warga Korea Utara yang mengaku sebagai diplomat yang bertugas di Afrika Selatan. Uang jaminan untuk…
    Tags: yang, dan, di
  • 58
    Sejak 1980-an, petani kelapa di sejumlah desa di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akrab menggunakan pestisida untuk membasmi hama belalang sexava. Belalang ini ganas, melahap daun hingga bunga kelapa di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Begitu hebat serangannya, pembasmian dilakukan dengan penyemprotan dari udara menggunakan helikopter. Namun, bukan hama yang…
    Tags: dan, di, yang, ini