Perdagangan Satwa Langka: Pesan Online, Bayar di Rekber

by / Comments Off on Perdagangan Satwa Langka: Pesan Online, Bayar di Rekber / 127 View / August 1, 2017

KEDIRI KOTA – Kesulitan yang dialami polisi dalam menetapkan tersangka kasus perdagangan satwa dilindungi ternyata menjadi celah yang dimanfaatkan para pelaku. Perdagangan satwa langka tersebut masih marak. Khususnya di Kediri.

Hanya, para pelakunya kini mengubah cara menjajakan satwa lindung hasil tangkapan pemburu. Biasanya mereka dengan terbuka menjajakan di pasar-pasar, kini mereka tak berani memajang secara terbuka. Kini mereka cenderung memanfaatkan teknologi untuk menghindari para penegak hukum. Para penjual dan pembeli tak langsung terlibat dalam  transaksi langsung tapi melalui media sosial (medsos).

“Mereka menawarkan melalui media sosial. Kemudian transaksi dengan sistem rekening bersama. Dan mengirimkan melalui jasa ekspedisi tertentu,” terang Tantyo Bangun, ketua International Animal Rescue (IAR) Indonesia .

Menurut Tantyo, para ‘pemain’ awalnya membangun ‘nama’ dahulu. “Bisa berkedok grup media sosial yang berkedok komunitas atau jual beli hewan,” terang Tantyo.

Terkadang di dalam grup jual beli tersebut nama hewan langka disamarkan. Misalnya untuk hewan lindung kukang kemudian disebut dengan nama kus-kus. Dalam tahap ini admin grup memegang kontrol. Mereka akan tahu jika ada komplain terkait penipuan atau hal semacamnya. Untuk menghindari penipuan tersebut, admin kemudian punya inisiatif untuk menjembatani antara penjual dan pembeli.

Fungsi admin sebagai jembatan inilah yang disebut sebagai pihak ketiga. Admin juga memiliki sebuah rekening yang disebut rekening bersama (rekber). Rekber digunakan untuk menghindari segala jenis penipuan. Rekber memiliki nama dan tingkat kepercayaan sendiri di mata penjual ataupun pembeli.

“Seorang penjual biasanya merekomendasikan atau bahkan mewajibkan pembeli untuk menggunakan rekber tertentu yang sudah dipercaya,” tambah Tantyo saat dihubungi lewat telepon.

Tantyo mengatakan bahwa di Indonesia ada beberapa rekber ternama yang sering digunakan oleh penjual. Rekber ini biasanya dinamai dengan nama pemiliknya, misalnya rekber Alit, rekber Bowo, dan sebagainya. “Pembeli harus membayar biaya satwa yang telah disetujui ke rekening tersebut. Jika sudah diterima oleh rekber, penjual harus mengirimkan satwanya ke pembeli,” ungkap Tantyo.

Dalam sistem ini juga ada yang namanya garansi. Apabila satwa yang diterima pembeli sampai dengan kondisi yang tidak diinginkan misalnya sakit atau mati maka uang yang sudah dikirimkan akan dikembalikan ke pembeli. Namun jika tidak, uang baru akan ditransfer ke penjual.

Selain menggunakan rekber dalam transaksi, pelaku perdagangan satwa ini juga memanfaatkan jasa ekspedisi tertentu. Untuk mengelabuhi petugas, penjual biasanya membungkus satwa dalam keranjang buah dan ditutup kardus. “Mereka juga mengatakan satwa itu kelinci, kucing, atau hewan lain yang tak dilindungi,” lanjut Tantyo.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, sistem ini pula yang digunakan oleh salah satu pelaku jual beli hewan langka di Kediri, Gogon. “Ya, dia (Gogon) pakai sistem online lewat media sosial dan menggunakan jasa rekber,” terang salah satu penyidik bagian penegakkan hukum Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur yang enggan disebut namanya.

Terkait hal ini, Kasatreskrim Polresta Kediri AKP Ridwan Sahara mengakui pihaknya kesulitan untuk menangkap pelaku dengan modus tersebut. Dia mengatakan jika sistem jual beli satwa dengan media online cukup sulit untuk dibuktikan. Polisi harus menelusuri terlebih dahulu apakah pelaku hanya sekadar promosi atau sampai jual-beli.

“Kalau benar jual-beli, kami harus tahu siapa nama pembelinya, ada nggak surat tanda pembelian, baru bisa ditindak,” akunya.

1.

(rk/yi/die/JPR)

 

source:http://www.jawapos.com/radarkediri/read/2017/07/31/4586/perdagangan-satwa-langka-pesan-online-bayar-di-rekber

Related Posts

  • 60
    Johannesburg - Tahun 2015, polisi di ibu kota Mozambik,Maputo, menangkap sekelompok pria dan menyita cula badak, sejumlah besar dolar, segepok mata uang lokal, dan -yang agak tidak biasa- empat karung beras. Dua pria yang ditangkap adalah warga Korea Utara yang mengaku sebagai diplomat yang bertugas di Afrika Selatan. Uang jaminan untuk…
    Tags: yang, dan, di, untuk
  • 52
    Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies terakhir yang hidup di Indonesia. Peningkatan populasinya sekitar 10 persen telah dimasukkan dalam kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2014-2019 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sementara arahan konservasinya, sudah disusun dalam Strategi Konservasi dan Rencana Aksi Harimau Sumatera 2007-2017. Meski berstatus dilindungi dan arahan…
    Tags: yang, dan, dengan, di, ini, dalam, pelaku, ada, juga, untuk