Publikasi

Profil TITIAN

MENDORONG AKSI MENGURANGI PRAKTEK PRAKTEK KEJAHATAN SATWA LIAR (WILDLIFE CRIME) DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Salah satu penyebab utama dari penurunan jumlah spesies satwa liar di KALBAR adalah eksploitasi/perburuan untuk diperdagangkan, dipelihara dan konsumsi. Penyebab lain adalah berkurang dan terfragmennya habitat akibat konversi hutan alam menjadi perkebunan sawit, IUPHHK-HT, pertanian dan kebakaran hutan/lahan serta pembalakan liar. Download

Dokumen

10hotspot10% Hot Spot di Kalbar Berada Dikonsesi Sawit Anggota RSPO dan Suppliernya

Berdasarkan pemantauan lapangan yang dilakukan  oleh Eyes on The Forest (EoF), ditemukan setidaknya 13 titik api pada areal gambut yang ditetapkan sebagai area konservasi atau sebagai area High Conservation Value (HCV) di izin perkebunan sawit PT. Ladang Sawit Mas di Kabupaten Ketapang. Download

 

factsheethtiKebijakan Hutan Tanaman Industri

Hutan Tanaman Industri (HTI) adalah usaha hutan tanaman untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerpakan silvikultur sesuai dengan tapaknya (satu atau lebih sistem silvikultur) dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil hutan kayu maupun non kayu. Download

 

policybriefkbktMelindungi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT)

KBKT menjadi perangkat yang sangat kuat guna advokasi pemeliharaan blok hutan yang utuh dan kawasan penting yang sangat bernilai dan tersisa dalam lansekap besar. Namun dalam penerapannya sebagai alat advokasi dan perencanaan yang efektif pada level lansekap, proponen KBKT harus harus terintegrasi dengan proses perencanaan tata ruang Pemerintah Kabupaten. Download

 

policybriefPentingnya Pengakuan Hak Kelola Masyarakat Pada Area Penggunaan Lain

Kawasan dengan fungsi pemanfaatan lahan dan sumber daya alam terdiri atas kawasan lindung dan budidaya. Di dalam kawasan untuk fungsi ekonomi-sosial kita dapat menemukan kawasan perdesaan dan perkotaan.  Download

policybriefSosialisasi Peraturan tentang Bentuk-bentuk Pengelolaan Hutan Oleh Masyarakat

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2016, menargetkan 12,7 juta hektar hutan untuk dikelola masyarakat melalui skema perhutanan sosial, dimana sekitar 500.000 hektar di alokasikan untuk Hutan Desa. Download