Siti Nurbaya: Perusahaan Harus Alokasikan Ruang untuk Kehidupan Satwa Liar

by / Comments Off on Siti Nurbaya: Perusahaan Harus Alokasikan Ruang untuk Kehidupan Satwa Liar / 34 View / May 7, 2018

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, menyatakan pihaknya meminta perusahaan hutan tanaman industri maupun hutan produksi, mengalokasikan lahannya untuk wilayah hidup satwa liar.

Pihaknya juga, telah memberitahukan ke pengusaha sawit, bertahap untuk menyisihkan ruang juga bagi kehidupan satwa liar, terlebih dilindungi. Dengan begitu, konflik antara manusia dengan satwa liar, akibat habitatnya yang terganggu, bisa diminimalisir.

Hal tersebut dikatakan Siti Nurbaya usai mengikuti peringatan Hari Bumi, di Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara, pekan kemarin.

Pernyataan tersebut disampaikannya terkait masih terjadinya konflik satwa dengan manusia, bahkan berujung kematian. Sebut saja, kasus kematian satu individu harimau sumatera di Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang ditembak polisi dan ditombak warga, saat masuk perkampungan karena sakit.

Harimau sumatera yang terus saja diburu meski hidupnya dilindungi undang-undang. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia

Siti juga menyoroti Bonita, harimau sumatera yang menampakkan diri di Riau, tanpa rasa takut. Termaksud juga kondisi satwa kebanggaan lainnya seperti gajah sumatera, orangutan, badak, dan komodo.

“Badak, gajah, orangutan, harimau sumatera dan komodo merupakan spesies istimewa yang mendapat perhatian khusus dunia international. Menjadi penanda alami hutan yang baik dan lingkungan yang sehat dengan kehadiran satwa tersebut. Pemerintah dalam tiga tahun terakhir kerja keras memperhatikan kondisi ini,” terangnya.

Gajah Sumatera liar yang mati diduga akibat diracun di perkebunan sawit PT.PISS. Jaraknya tidak sampai satu kilometer dari kawasan TNGL di Langkat, Sumatera Utara. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia

Siti mencontohkan, kondisi orangutan di Kalimantan saat ini yang habitatnya sebagian terpencar akibat alih fungsi lahan, menjadi perkebunana sawit. Begitu juga yang terjadi di Riau dengan Bonita, habitatnya berubah menjadi hamparan sawit.

“Pihak kami tengah melakukan pendekatan kepada pengusaha perkebunan sawit di Riau, untuk menjaga habitat satwa liar yang ada beserta habitatnya.”

Kawasan hutan Batang Serangan di Langkat, Sumatera Utara, yang merupakan habitat orangutan, kini berubah jadi perkebunan sawit. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia

Lebih peduli

Siti mengingatkan kepada pekerja kebun sawit, agar lebih peduli dan hati-hati ketika beraktivitas. Apalagi sampai memasuki kantong-kantong harimau yang ada, jangan sampai sendiri. “Jika bertemu harimau, harus dipelajari sifat satwa ini. Jangan pernah membelakanginya, karena dia akan mengincar bagian tengkuk untuk diserang.”

Saat ditanya sifat Bonita yang tidak sama sebagaimana umumnya harimau, Siti menyatakan, pihaknya masih mempelajari apa sebenarnya yang terjadi. Saat ini masih dipelajari Direktorat Jenderal Konservasi, bagaimana riwayat panjangnya. Mungkin beberapa puluh tahun lalu, keturunannya pernah disakiti. “Jika benar, akan terus diperdalam informasinya.”

Mengenai perkembangan UU KSDAE Nomor 5 tahun 1990, menurut Siti, jika dilihat dari draf yang dibuat DPR, setelah dipelajari ada yang berubah secara prinsip. Jika itu terjadi, maka sama saja merubah keseluruhan prinsip konservasi dan sangat rawan.

“Konservasi itu prinsipnya perlindungan, pemanfaatan ekosistem, penopang kehidupan, serta pengawetan keanekaragaman hayati.”

sumber : mongabay.co.id

Related Posts

  • 80
    Johannesburg - Tahun 2015, polisi di ibu kota Mozambik,Maputo, menangkap sekelompok pria dan menyita cula badak, sejumlah besar dolar, segepok mata uang lokal, dan -yang agak tidak biasa- empat karung beras. Dua pria yang ditangkap adalah warga Korea Utara yang mengaku sebagai diplomat yang bertugas di Afrika Selatan. Uang jaminan untuk…
    Tags: yang, dan, di, untuk
  • 70
    Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies terakhir yang hidup di Indonesia. Peningkatan populasinya sekitar 10 persen telah dimasukkan dalam kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2014-2019 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sementara arahan konservasinya, sudah disusun dalam Strategi Konservasi dan Rencana Aksi Harimau Sumatera 2007-2017. Meski berstatus dilindungi dan arahan…
    Tags: harimau, yang, dan, dengan, di, ini, sumatera, juga, untuk