The Bad and The Good Ones

Salah satu hal penting yang perlu dilakukan dalam merestorasi mangrove adalah pemilihan bibit yang baik. Titian dan 7 orang dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Lestrari Alam Indah mencoba mengumpulkan propagule Rhizopora sp dari 3 tempat yaitu Muara Ulu Besar (Muara Jawa), Sungai Merdeka dan Tanjung Pemberung (Anggana). Titian juga mendorong masyarakat untuk menyeleksi propagule yang sudah dikumpulkan, mana yang bisa ditanam dan mana yang tidak. Melalui hal ini, masyarakat bisa memiliki pengetahuan tentang kualitas bibit yang baik dan tidak. 

Pada kegiatan-kegiatan sebelumnya, masyarakat hanya asal memilih propagule dan menanam, tanpa seleksi dan perhitungan terlebih dahulu. Setelah masyarakat memiliki pengetahuan tersebut, mereka menjadi lebih hati-hati dalam proses pembibitan bahwa tidak semua propagule dapat ditanam. Sejak saat itu, kami mengumpulkan propagule dekat dengan pohon induk agar tingkat kelangsungan hidupnya lebih tinggi.

The important thing to restoration mangrove is the selection of good seeds. Titian and seven member of the community group (KTH Lestari Alam Indah) collecting propagule of Rhizophora sp. from three areas such as Muara Ulu Besar (Muara Jawa Sub-District), Sungai Merdeka and Tanjung Pemberung (Anggana District). Titian also push community groups to select the propagules. Choosing rejected propagule from the good ones. In this stage, mostly community already have a good knowledge on identifying the bad and the good ones of propagule. 

At the beginning, they choose to estimate the amount of rejected propagules, without making serious calculating. After they calculating the rejected propagule, they aware that not every propagule can be planted. With that knowledge, Titian and community group start collected propagule fall down under the big tree, and the second stage is by harvesting ripe propagules. By this way we can guarantee the survival rate of seedling will be high.