Lokakarya Sosialisasi dan Membangun Komitmen Bersama Konsep Integrated Area Development (IAD) Berbasis Perhutanan Sosial di Kabupaten Ketapang

Integrated Area Development

Ketapang, 10 Oktober 2023 – Hari Selasa, 10 Oktober 2023, menjadi momentum penting di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Ketapang menjadi tempat terlaksananya lokakarya yang bertujuan untuk membahas konsep Integrated Area Development (IAD) berbasis perhutanan sosial. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah (NGO), perusahaan, dan media. Lokakarya ini menjadi langkah awal dalam upaya membangun komitmen bersama untuk mengembangkan IAD berbasis perhutanan sosial di Kabupaten Ketapang.

Dr. Maryadi, seorang ahli perhutanan, membuka acara lokakarya dengan menjelaskan tujuan dari Perhutanan Sosial. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pola pemberdayaan, menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan, serta memperhatikan dinamika sosial budaya, dalam konteks hutan desa, hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat, hutan adat, dan kemitraan kehutanan.

Percepatan pengelolaan perhutanan sosial menjadi fokus utama dalam pembahasan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru. Beberapa poin penting yang diungkapkan dalam lokakarya ini meliputi:

  1. Pembuatan masterplan yang kuat untuk memperkuat tujuan dari Perhutanan Sosial.
  2. Program yang mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Ketapang dengan harapan memberikan dampak positif yang signifikan.
  3. Pentingnya peran media dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat, agar informasi tentang perkembangan ini dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Kepala Bappeda Kabupaten Ketapang, dalam paparannya, mengidentifikasi 5 isu sinergisitas yang berkaitan dengan perhutanan sosial:

  1. Belum optimalnya pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan pengentasan kemiskinan.
  2. Belum optimalnya konektivitas antar wilayah dan pusat pertumbuhan.
  3. Belum optimalnya kualitas sumber daya manusia.
  4. Belum optimalnya reformasi birokrasi yang akuntabel dan mendukung pelayanan publik.
  5. Kecenderungan turunnya kualitas lingkungan hidup.

Melalui wakil bupati Kabupaten Ketapang memaparkan visi dan misi mereka terkait perhutanan sosial. Fokus mereka adalah pada pemberdayaan masyarakat, pembangunan sumber daya manusia, dan pengelolaan sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selama sesi diskusi, berbagai pihak seperti KPH Selatan, KPH Utara, dan Tropenbos Indonesia berbagi pengalaman dan capaian terkait perhutanan sosial serta upaya pelestarian lingkungan. Dalam kesimpulan lokakarya, terdapat beberapa poin penting yang diharapkan dapat tercapai:

  1. Terbentuknya komitmen bersama untuk mengembangkan IAD berbasis perhutanan sosial.
  2. Formulasi tema IAD Kabupaten Ketapang yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan wilayah.
  3. Kesepakatan mengenai lokasi fokus, periode capaian, dan model pendekatan dalam pengembangan IAD.
  4. Formulasi strategi alternatif dalam pengembangan IAD di Kabupaten Ketapang.
  5. Penandatanganan berita acara kesepakatan bersama oleh para pihak yang berpartisipasi dalam implementasi IAD berbasis perhutanan sosial.

Lokakarya ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam upaya membangun komitmen bersama dalam pengembangan Integrated Area Development (IAD) berbasis perhutanan sosial di Kabupaten Ketapang. Langkah-langkah konkrit akan segera diambil berdasarkan kesepakatan yang dicapai dalam lokakarya ini, yang melibatkan berbagai pihak dari pemerintah, akademisi, NGO, perusahaan, dan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan lingkungan.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these

X