Eksternal

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial (IPPS) IKIP PGRI Pontianak menyelenggarakan diskusi publik dengan tema ‘Membangun masyarakat tanggap bencana sejak dini’ pada Kamis 16 Juni 2022.

Pada kegiatan ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Pontianak, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kalimantan Barat dan yayasan Titian Lestari Kalimantan Barat.

Kegiatan ini juga sekaligus penandatanganan MoU untuk shalter pendidikan kebencanaan ramah anak di kampus IKIP PGRI Pontianak.

Wakil Rektor IKIP PGRI Pontianak, Suherdianto mengatakan, bahwa pentingnya pendidikan kebencanaan di Kalimantan yang rawan bencana.

“IKIP PGRI Pontianak sebagai perguruan tinggi LPTK berkomitmen ikut berkontribusi dan siap mengambil peran dalam upaya pelestarian lingkungan dan pendidikan Kebencanaan,” ujarnya.

“Pendirian shalter pendidikan kebencanaan ramah anak adalah salah satu bukti nyata komitmen kami sebagai pelopor Komitmen dan kepedulian terhadap lingkungan dan Edukasi dalam kebencanaan.  Sebagai pelopor merupakan bagian dari semboyan kami “The Best’,” ungkapnya.

Untuk itu, IKIP PGRI Pontianak kata dia, membutuhkan mitra dan Kerjasama serta dukungan dari Badan penanggulangan Bencana daerah kota Pontianak, lembaga penanggulangan Bencana Dan berubahan Iklim dari PWNU Kalbar dan yayasan Titian lestari.

Hal itupun juga senada disampaikan  oleh kepala BPBD dan Yayasan Titian Lestari.

Sementara itu, ketua LPBI NU Kalimantan Barat Syamhudi menjelaskan, bahwa pengetahuan masyarakat pesisir dalam menata wilayahnya merupakan suatu kearifan lokal yang apabila terus dilestarikan akan menjadi upaya pengurangan resiko bencana.

Untuk diketahui, bahwa dialog publik yang diselenggarakan oleh Fakultas IPPS IKIP PGRI Pontianak merupakan kegiatan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya menyelenggarakan FGD dan webinar dengan melibatkan FPRB kabupaten Kudus dan Universitas PGRI Yogyakarta. Kegiatan dialog publik dihadiri ketua BPBD kota Pontianak Ir. Tri Haryadi Triwibowo, ketua LPBI NU Kalimantan Barat sahabat Syamhudi dan ketua yayasan Titian Lestari, Samagattutu Martinus Gillang.

Tindak lanjut dari kegiatan MoU adalah pembuatan shalter pendidikan kebencanaan ramah anak.

Dr.Basuki Wibowo menjelaskan, bahwa pendirian shalter merupakan usaha membangkitkan kesadaran dan kepedulian anak sejak dini terhadap bencana.

“Upaya ini juga merupakan bagian dari program rektor IKIP PGRI Pontianak, Muhammad Firdaus, M.Pd yang memiliki slogan The Best. Di mana kampus IKIP PGRI Pontianak menjadi pelopor bagi pendidikan kebencanaan,” tukasnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Shalter Pendidikan Kebencanaan Ramah Anak, Fakultas IPPS IKIP PGRI Pontianak Gelar Dialog Publik, https://pontianak.tribunnews.com/2022/06/16/shalter-pendidikan-kebencanaan-ramah-anak-fakultas-ipps-ikip-pgri-pontianak-gelar-dialog-publik.
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani